
Sejumlah Petani yang memiliki lahan sawah di sepanjang Irigasi di Dua desa di kecamatan yakni Danau Kerinci dan Sitinjau Laut, mempersoalkan bantuan Pupuk bersubsidi.
Pasalnya, banyak petani yang mengeluh lantaran tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Padahal sawah mereka berada di dekat rigasi.
Dua desa yang tidak membagikan bantuan pupuk tersebut secara merata, diantaranya desa Koto Tuo Ujung Pasir dan Talang Kemulun.
Hal ini diungkapkan petani di desa Koto Tuo Ujung Pasir, yang tidak mau ditulis namanya (15/2) kemarin. Dia mengaku sudah mendatangi kerumah ketua kelompok tani menanyakan jatah pupuk, namun tidak kebagian.
"Sudah datang kerumah Taufik (ketua kelompok,red), tapi tidak dikasih. Tapi kenapa ada warga yang lain miliki sawah di dekat irigasi itu dapat pupuk, kenapa kami tidak. Padahal saya ada sawah dekat irigasi itu juga,"ungkapnya.
Bahkan, petani yang tidak kebagian menduga pupuk tidak cukup untuk didistribusikan. Karena sebagian pupuk diduga sudah dijual ke pihak lain. Sehingga banyak petani yang tidak dapat.
"Informasi yang saya dengar, sebagian pupuk itu sudah dijual oleh ketua kelompok. Maka yang dapat dipilih-pilih pembagiannya,"sebutnya.
Sementara itu, Danramil Danau Kerinci, Kapten Nasrun, saat dikonfirmasi kemarin, mengakui bantuan pupuk subsidi di kecamatan Danau Kerinci dan Sitinjau Laut memang bermasalah, yakni desa Koto Tuo Ujung Pasir dan Talang Kemulun.
Dikatakan, Kapten Nasrun, untuk di desa Ujung Pasir, ketua kelompok tani mengatakan sudah dibagikan. Ini diketahui saat Babinsa dan PPL turun melakukan pengecekan. Memang terjadi keterlambatan, alasannya belum musim tanam.
"Kalau yang ada di ujung pasir, 1.5 ton katanya sudah dibagikan. Kita belum tahu berapa alokasinya, coba tanya ke pertanian,"jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskannya yang menerima pupuk tersebut petani yang sawahnya dekat irigasi. Memang ada yang belum dapat, akan tetapi menurut Babinsa dengan PPL sudah dibagikan.
Sementara untuk desa Talang kemulun, kata Kapten Nasrun terjadi kesalahan pendataan. Pihaknya sudah melakukn pengecekan dan kelompok tani mendapat teguran. "Kedepanya tidak boleh lagi keluarga yang dapat,"tegasnya.
Sementara Ketua Kelompok Tani Koto Tuo Ujung Pasir, Taufik Harun, saat dikonfirmasi terkait dugaan dijualnya bantuan pupuk bersubsidi, dia malah membantahnya.
"Salah infomasi itu, kita sudah membagi pupuk kepada seluruh petani yang di dekat irigasi itu,"katanya.
Dia juga mengaku pupuk subsidi yang diterima kurang lebih 5 ton sudah dibagikan semua ke petani. Ia mengaku ada keterlambatan diatribusi karrna belum masuk musim tanam.
"Yang dapat bukan anggota kelompok tani. Tapi petani yang sawahnya ada di diriigasi. Jumlah pupuk kurang lebih 5 ton, sudah kita bagikan semuanya,"katanya saat dikofirmasi kemarin.
Terpisah, kepala dinas pertanian kabupaten Kerinci, Azhari menggatakan dari 103 desa yang menerima banyuan pupuk subsidi ada tiga desa yang bermasalah. Hingga saat uni dinas pertanaian dan pihak terkait sedang mengusut dugaan penyelewengan.
"Tiga desa dari 103 penerima pupuk subsidi bermasalah. Desa koto tuo ujung pasir, desa Talang Kemulun dan satu lagi di setinjau laut," jelas Kadis.
Selain itu, dia juga mengaku memang sudah didistribusikan dan disimpan oleh ketua kelompok tani di desa danau Kerinci dan sitinjau Laut. Ia mengatakan persoalan pupuk sudah diserahkan bawahannya untuk mengecek dan menindaklanjuti bersama Babinsa dan koramil. "setelah dilakukan pengecekkan ternyata pupuk masih disimpan dirumah ketua kelompok,"ungkapnya.
Menanggapi soal dugaan pupuk yang sudah dijual kelompok tani.
Ia minta peran penyuluh dilapangan agar bisa dimaksimalkan karena sesuai tugas mendampingi petani.
"Saya sudah minta pada penyuluh untuk mendampingi petani dan membantu petani dalam merencanakan musim tanam termasuk membantu membuatkan surat bantuan untuk pupuk,"tandasnya.
About Me
Popular Posts
-
Sungaipenuh - Acara seremonial penegakan tiang tuo/peletakan batu pertama pembangunan Museum Adat yang dilaksanakan di Hamparan Besar Tanah...
-
KERINCI - Tim Basarnas Jambi yang diturunkan ke Kerinci pada Selasa (12/4) kemarin memastikan saat ini kondisi Gunung Kerinci masih aman. Ol...
-
Ilustrasi Kerinci - Jumat (12/6) tadi siang, Rn (40) dan Er (24), harus menanggung malu. Pasalnya, keduanya merupakan pasangan mesum yang di...
-
Pengguna jalan Kerinci - Bangko dibuat resah lantaran beredarnya foto longsor yang cukup parah. Foto itu disebut-sebut berada di Muara Imat ...
-
Sungaipenuh – Warga Muhammadiyah Sungaipenuh sudah cerdas dan sudah mengetahui siapa yang tepat memimpin kota Sungaipenuh kedepan. Mereka ti...
-
Nasib Irmanto bisa jadi sudah diujung tanduk. Selain sudah divonis oleh pengadilan terkait kasus korupsi, keanggotaannya dari anggota DPRD P...
-
Sungaipenuh - PDAM Tirta Sakti terus berbenah untuk memberikan pelayanan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Tahun ini, PDAM membangun in...
-
Sungaipenuh - 16 orang anggota DPRD Sungaipenuh diingatkan untuk tidak menjilat ludah sendiri. Mereka harus bisa mempertanggungjawabkan apa ...
-
Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terjadi di Desa Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Kamis (4/6). ...
-
JAKARTA-Kabupaten Kerinci akhirnya di setujui menjadi branding utama Pariwisata Jambi, keputusan ini lahir dalam rapat koordinasi di Gedung ...
0 comments:
Post a Comment