
Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Ahmad Erani Yustika, optimis rekrutmen Pendamping Desa akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini ia sampaikan pada pembahasan Penyaluran Dana Desa di kantor Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi .
“Rencana penyaluran Dana Desa 2016 pada 16 Maret ini perlu diimbangi dengan kualitas pendamping desa yang lebih berkualitas. Ia mengaca pada tahun 2015 bahwa dalam proses rekrutmennya masih belum sempurna, “butuh waktu dua sampai tiga tahun untuk membangun sistem yang mapan”, katanya saat
ditemui di ruang media center, Kemendesa PDTT. Evaluasi Pendamping Desa, menurut Dirjen Erani, diperlukan untuk mengimbangi besaran jumlah Dana Desa tahun ini yang meningkat dua kali lipat, dari 20,7 T menjadi 46,9 T, yang diharapkan rencana programnya lebih baik dan mendalaman dalam hal kualitas juga manfaatnya bisa lebih dirasakan masyarakat.
Untuk mengoptimalkan penyaluran Dana Desa tersebut, ujar Erani, Kementerian Desa PDTT sudah membentuk Satgas Desa yang tugas pokoknya, pertama, mengidentifikasi keperluan bagi munculnya regulasi yang baru.
“Kedua, advokasi menyangkut kebijakan atau pun dilapangan, jika terjadi persoalan-persoalan tertentu yang lebih spesifik, misalnya jika terjadi penyalahgunaan,” ujarnya. “Ketiga, kita juga melakukan monitoring atas kasus-kasus yang terjadi, misalnya jika ada keterlambatan penyaluran dana desa,” ujar Ahmad Erani.
Setelah penyaluran dana desa tersebut, diharapkan Pendamping Desa sudah siap. “Kita akan mengevaluasi pendamping desa dulu, kan yang Tenaga Ahli, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa itu berakhir pada akhir bulan Maret ini, kontraknya akan kita evaluasi,” ujarnya.
“kan tidak semuanya keluar, setelah itu kita akan melakukan seleksi baru. Hanya orang-orang yang betul-betul kinerjanya bagus yang akan kita teruskan, mereka yang keluar dari itu akan kita cari gantinya lewat mekanisme seleksi. Ini semua masih dalam proses,” kata Erani.
Ia menambahkan, pengalaman dari tahun lalu bahwa Kepala Desa dan Perangkat Desa sudah jauh lebih siap. “Pasti akan lebih bagus dari tahun kemarin,” tegasnya optimis.
Kemendesa PDTT pada tahun 2015 sudah merekrut 26 ribu Tenaga Pendamping untuk membantu pengelolaan dana desa, yang terdiri dari 21 ribu Pendamping Lokal Desa, 4000 Pendamping Desa di Kecamatan dan 930 Tenaga Ahli di Kabupaten/Kota. (Katakini.com)
About Me
Popular Posts
-
Sungaipenuh - Acara seremonial penegakan tiang tuo/peletakan batu pertama pembangunan Museum Adat yang dilaksanakan di Hamparan Besar Tanah...
-
KERINCI - Tim Basarnas Jambi yang diturunkan ke Kerinci pada Selasa (12/4) kemarin memastikan saat ini kondisi Gunung Kerinci masih aman. Ol...
-
Ilustrasi Kerinci - Jumat (12/6) tadi siang, Rn (40) dan Er (24), harus menanggung malu. Pasalnya, keduanya merupakan pasangan mesum yang di...
-
Pengguna jalan Kerinci - Bangko dibuat resah lantaran beredarnya foto longsor yang cukup parah. Foto itu disebut-sebut berada di Muara Imat ...
-
Sungaipenuh – Warga Muhammadiyah Sungaipenuh sudah cerdas dan sudah mengetahui siapa yang tepat memimpin kota Sungaipenuh kedepan. Mereka ti...
-
Nasib Irmanto bisa jadi sudah diujung tanduk. Selain sudah divonis oleh pengadilan terkait kasus korupsi, keanggotaannya dari anggota DPRD P...
-
Sungaipenuh - PDAM Tirta Sakti terus berbenah untuk memberikan pelayanan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Tahun ini, PDAM membangun in...
-
Sungaipenuh - 16 orang anggota DPRD Sungaipenuh diingatkan untuk tidak menjilat ludah sendiri. Mereka harus bisa mempertanggungjawabkan apa ...
-
Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terjadi di Desa Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Kamis (4/6). ...
-
JAKARTA-Kabupaten Kerinci akhirnya di setujui menjadi branding utama Pariwisata Jambi, keputusan ini lahir dalam rapat koordinasi di Gedung ...
0 comments:
Post a Comment